Layanan VPN ‘Berbahaya” yang Perlu Kamu Hindari

Layanan VPN 'Berbahaya" yang Perlu Kamu Hindari

VPN yang Berbahaya

Layanan – Bukan rahasia lagi apabila VPN sangat di rekomendasikan. Ada begitu banyak alasan mengapa harus selalu menggunakan VPN ketika sedang online, untuk menjaga privasi data pengguna dari para siber yang tidak bertanggung jawab. Meski VPN merupakan hal penting, tapi tidak semua VPN layak untuk digunakan.

Baca juga : Perjalanan TikTok di Indonesia, dari Diblokir hingga Kembali Populer

Faktanya, terdapat sejumlah VPN yang sangat buruk yang saking buruknya, tidak direkomendasikan untuk digunakan. Salah satu alasan terbesarnya adalah beberapa VPN tersebut ketahuan mengoleksi data pengguna. Penasaran? berikut daftarnya.

HOLA

Kembali pada tahun 2015, Hola ketahuan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh layanan VPN. Sesuatu itu adalah mengubah PC pengguna menjadi “exit node”, yang memungkinkan pengguna Hola lain untuk merutekan lalu lintas internet mereka melalui node tersebut.

Hola diketahui menjual bandwidth tersebut ke layanan pihak ketiga. Karena pelanggaran “mengerikan” ini, banyak pengguna yang menempatkan Hola ke kategori layanan VPN yang wajib dihindari. Untuk alternatif lain, pengguna bisa menggunakan NordVPN.

Hotspot Shield

Dilasnir dari ZDNet, pada tahun 2017, grup privasi mengajukan klaim terhadap Hotspot Shield karena telah “menghadang dan mengarahkan lalu lintas internet ke situs partner termasuk perusahaan periklanan”. Klaim ini juga menyebut jika Hotspot Shield mencatat detail koneksi, yang mana itu bertentangan dengan kebijakan privasi dari sebuah layanan VPN. Sebelumnya, pada tahun 2016, sebuah makalah penelitian menemukan bahwa Hotspot Shield “menyuntikkan kode JavaScript” dan mengarahkan lalu lintas e-commerce ke domain partner.

HideMyAss

Pada tahun 2011, Federal Bureau of Investigation atau FBI melacak aktivitas seorang hacker dan menemukan jika IP yang digunakan oleh hacker tersebut merupakan milik layanan VPN HideMyAss. FBI kemudian memperoleh log aktivitas dari HideMyAss dan menggunakannya untuk menangkap hacker tersebut.

Terlepas dari tindakan ilegal yang dilakukan oleh hacker itu, insiden ini memperjelas satu keburukan HideMyAss yaitu mereka menyimpan log yang dapat dilacak. Ini mungkin tidak seburuk yang lain di daftar ini, namun ada baiknya untuk menggunakan alternatif VPN lain.

Pure VPN

Tidak jauh berbeda dengan kasus HideMyAss, pada tahun 2017, FBI melacak dan menangkap seorang stalker setelah memperoleh informasi tentang aktivitasnya dari PureVPN. Meski pada kebijakan privasinya PureVPN menyebut bahwa mereka tidak mengoleksi log aktivitas dari pengguna, lewat kasus ini diketahui jika PureVPN menyimpan cukup banyak informasi untuk bisa melacak salah satu penggunanya. Kasus ini, sekali lagi membuktikan bahwa sejumlah VPN tidak benar-benar mengikuti peraturan atau kebijakan privasi yang mereka buat sendiri.

ZenMate

Pada tahun 2018, sebuah tes yang dilakukan oleh vpnMentor menemukan bahwa ZenMate (bersama dengan Hotspot Shield dan PureVPN), mengalami kebocoran IP. Lebih lanjut, kebocoran ini dapat berdampak terhadap bocornya data pengguna sekalipun telah menggunakan internet lewat koneksi VPN milik ZenMate (atau dua yang lain). Ini menjadi lebih buruk lagi ketika ZenMate diketahui lambat dalam menangani temuan ini, yang membuat banyak pengguna khawatir dan ragu-ragu dengan niat mereka dalam menjaga privasi pengguna.

Demikian tadi informasi mengenai layanan-layanan VPN berbahaya yang wajib dihindari. Layanan-layanan VPN di atas mungkin sudah mengatasi masalahnya di masa lalu, namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya untuk menggunakan alternatif layanan VPN lain. Kalau perlu, gunakan yang berbayar.

Sumber : idntimes.com