Hal Sederhana yang Bikin Komputer atau Laptop Kamu Gampang Diretas

Hal Sederhana yang Bikin Komputer atau Laptop Kamu Gampang Diretas

Hal Sederhana yang Bikin Komputer atau Laptop Kamu Gampang Diretas – Seorang Peretas (hacker) adalah ahli  komputer yang terampil yang menggunakan pengetahuan teknis mereka untuk mengatasi masalah. Sementara “peretas” dapat merujuk ke setiap programmer komputer yang terampil, istilah ini telah menjadi terkait dalam budaya populer dengan “peretas keamanan”, seseorang yang, dengan pengetahuan teknisnya, menggunakan bug atau exploit untuk membobol sistem komputer.

Internet dan gadget sudah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat masa kini. Sadar atau tidak sadar, 24 jam dalam seminggu, kita tetap online. Apalagi, kita sekarang hidup di zaman Internet of Things (IoT). Terdengar  lebay memang, mengingat kita tak lagi online saat tidur. Iya, kan? Ternyata, tanpa kita sadari, tanpa kita menggunakan gadget pun, gadget kita pun masih tetap online. Kenyataan seperti itulah yang mencelikkan mata kita bahwa meskipun kita sedang tak mengoperasikan gadget, bahaya kejahatan dunia maya masih tetap mengintai.

Beberapa orang pun tetap tidak percaya. Mereka berpikir bahwa hanya kalangan kelas atas saja seperti pengusaha hingga pemerintah yang deposit idn poker via dana rentan diincar peretas (hacker). Padahal, data pribadimu memiliki harga tersendiri yang dapat dijual oleh para peretas di deep web. Parahnya, kamu pun tidak sadar!

Tidak perlu takut! Hal tersebut dapat kamu cegah. Pertama-tama, mari kita mulai dari kesalahan umum yang bikin komputer atau laptop, media yang kamu gunakan untuk bekerja, bermain, atau bersosialisasi di dunia maya, gampang diretas tanpa sadar.

1. Tidak ganti password Wi-Fi
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Selain ganti password komputer/laptop, kamu pun juga harus mengganti password Wi-Fi secara berkala (kecuali Wi-Fi tersebut milik kantor, jangan coba-coba!). Komputer atau laptop-mu tersambung pada Wi-Fi tersebut. Kalau hacker berhasil meretas jaringan Wi-Fi, maka kamu pun juga terancam diretas.

Biasanya, password Wi-Fi yang kuat terdiri dari 15 karakter bervariasi. Gunakanlah itu! Cara mengubah password Wi-Fi pun tidaklah susah, berikut caranya:

  • Buka laman konfigurasi router (perute) (ketik alamat IP default yang biasanya 192.168.0.1 atau 192.168.1.1 – periksa kembali di sisi atau bawah router).
  • Masuk ke router dengan username dan password – informasi ini juga sering ditemukan di samping atau bawah router.
  • Pilih “Wireless Security” atau “Wireless” setelah masuk.
  • Pilih “Wi-Fi Password“.
  • Masukkan password Wi-Fi yang baru.
  • Klik “Save“.
2. Tidak ganti SSID
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Saat tengah mengganti password Wi-Fi, kamu pun juga bisa mengganti nama Wi-Fi-mu atau Service Set Identifier (SSID). Gunanya, hacker pun jadi susah menemukan yang mana koneksimu.

Kalau router memuat lebih dari satu jaringan, maka setiap jaringan akan memiliki SSID tersendiri. Jangan tinggalkan SSID dalam mode default karena enkripsi WPA2 jaringanmu – yang juga memuat SSID – akan lebih mudah diretas oleh peretas kelas kakap. Hasilnya, kamu kena retas juga!

Sebagai saran dari kami, jika menentukan SSID, jangan berikan informasi pribadimu dan jangan gunakan nama yang sama dengan router Wi-Fi karena malah mempermudah hacker. Cara mengganti SSID pun mirip dengan mengganti password Wi-Fi, yaitu:

  • Buka laman konfigurasi router (ketik alamat IP default yang biasanya 192.168.0.1 atau 192.168.1.1 – periksa kembali di sisi atau bawah router).
  • Masuk ke router dengan username dan password – informasi ini juga sering ditemukan di samping atau bawah router kalau kamu belum mengubahnya.
  • Pilih “Wireless Security” atau “Wireless” setelah masuk.
  • Masukkan SSID yang baru.
  • Klik “Save“.
3. Tidak menangani ancaman terhadap WPS
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Salah satu bagian dari Wi-Fi-mu, yaitu Wi-Fi Protection Setup (WPS), amat rentan diretas hacker. Tinggal coba masukkan berbagai PIN, hacker pun bisa hoki-hokian meretas jaringanmu.

Karena itulah, WPS harus dimatikan di semua perangkat. Biasanya, WPS aktif secara default. Kendatipun WPS mati, kalau enkripsi WPA2-PSK (Pre-Shared Key) dan password-mu kuat, maka jaringan Wi-Fi-mu tetap kokoh.

Dengan WPA2-PSK, kamu bisa menentukan sandi untuk router dan perangkat yang terhubung untuk melindungi jaringanmu dari akses yang tak dikenal. Hanya saja, jika setiap perangkat ingin terhubung, maka kamu harus terus memasukkan sandinya. WPS mengizinkanmu untuk masuk begitu saja ke jaringan. Pilih yang mana?

Kalau kamu memilih WPA2-PSK, maka beginilah caranya:

  • Masuk ke halaman konfigurasi router.
  • Masukkan alamat IP router ke bilah alamat di browser komputer/laptop.
  • Masukkan username dan password admin.
  • Buka bagian “Wireless” di menu pengaturan.
  • Pilih “WPA2-PSK encryption“.
  • Klik “Apply“.

Sebagai catatan, beberapa router tidak mengizinkanmu mengganti WPS ke WPA2-PSK. Kalau itu kasusmu, segera ganti router! Kalau perlu, cari yang tidak memiliki WPS agar bisa langsung dipasang WPA2-PSK.

4. Tidak memiliki penyimpanan awan (cloud backup)

Cloud backup adalah cara terbaik untuk menyimpan data dengan mengenkripsi data dan seluruh prosesnya pun otomatis. Dengan kata lain, cloud backup adalah salah satu cara aman untuk memperkecil risiko kehilangan atau peretasan data. Cara kedua? Pakai hard disk drive eksternal.

Keamanan cloud berbeda menurut jenis komputasinya. SaaS (software-as-a-service), IaaS (infrastruktur-as-a-service), dan PaaS (platform-as-a-service) adalah jenis penyedia cloud untuk publik yang paling umum.

Penyedia cloud swasta berbeda karena mereka memberikan layanan hanya kepada satu pelanggan dan dioperasikan oleh pihak ketiga. Tentu saja, untuk penggunaan pribadi, penyedia cloud swasta adalah pilihan terbaik. Untuk setiap sesi backup, seluruh perangkat lunak dan data akan disimpan di situs terpencil yang bisa diakses kapan saja.

Selain itu, tindakan lain yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan keamanan cloud adalah memasang firewall internal, event log/viewer untuk memprediksi skenario peretasan, dan sistem deteksi penyusupan (intrusion detection system/IDS) yang akan memberitahu saat pertahanan cloud dijebol.

Google menghadirkan layanan bernama Backup & Sync untuk penyimpanan awan terpercaya komputer/laptop-mu. Untuk meng-install, ikuti langkah-langkah mudah berikut:

  • Hubungkan PC/laptop ke jaringan Wi-Fi.
  • Download dan install “Backup dan Sync” di komputer/laptopmu.
  • Pilih folder dan file yang ingin di-backup.
5. Masuk ke jaringan asing tanpa VPN
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Untuk menutupi traffic dan data-mu selama mengakses jaringan tak dikenal, kamu bisa menggunakan layanan virtual private network (VPN). Setiap data dari komputer/laptopmu yang melalui server di lokasi berbeda akan diacak sehingga tidak dapat dibaca oleh hacker.

Hotspot Wi-Fi di tempat umum seperti di hotel, perpustakaan, atau restoran biasanya adalah yang paling rentan jadi target hackerHacker biasanya memasang software penyadap (sniffer) untuk melacak datamu saat masuk ke jaringan. VPN adalah senjatamu untuk menangkal serangan tersebut!

Pastikan untuk menggunakan VPN dan bukan peladen pewali (proxy server). Meskipun keduanya akan mengubah alamat IP Anda, proxy server tidak akan mengenkripsi koneksi. Biasanya, kamu diharuskan untuk daftar dan membayar biaya berlangganan dengan VPN. Sebagian besar provider VPN memiliki perangkat lunak client sendiri.

10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Tunggu dulu! Kamu bisa menggunakan client VPN bawaan Windows 10. Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Masukkan “VPN” di bilah pencarian (search tab dengan ikon kaca pembesar) Windows 10.
  • Pilih “Change Virtual Private Networks (VPN)” atau masuk ke “VPN Settings“.
  • Klik “Add a VPN Connection“.
  • Masukkan detail VPN di layar baru.
  • Pilih “Windows (built-in)” untuk “VPN Provider“.
  • Ubah “VPN type” menjadi otomatis.
  • Isi nama username dan password.
  • Isi nama server dan nama koneksi (tergantung pada VPN yang digunakan).
  • Klik “Save“.

Untuk menggunakan klien VPN di Windows-mu, tinggal:

  • Klik ikon Wi-Fi di bilah tugas (taskbar) Windows 10.
  • Pilih jaringan VPN baru (seharusnya ada di bagian teratas pada daftar jaringan), dan VPN baru akan terhubung secara otomatis.

Disclaimer: Ini adalah klien VPN bawaan Windows, bukan VPN! Kamu perlu berlangganan terlebih dahulu pada layanan VPN agar dapat menggunakan cara ini.

6. Tidak mengenkripsi hard-drive (HDD)
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Mengaktifkan enkripsi perangkat pada Windows 10 akan membantu melindungi data dari hacker dan penjahat kalau (amit-amit) komputer/laptop dicuri. Seluruh penyimpanan sistem yang terhubung ke perangkat akan diacak dan kamu hanya dapat mengaksesnya dengan data yang benar.

Salah satu perangkat lunak enkripsi utama yang biasa digunakan Windows 10 adalah BitLocker. Untuk menggunakannya, ikuti langkah-langkah ini:

  • Buka “This PC” di Windows Explorer untuk memilih HDD yang ingin dienkripsi.
  • Klik kanan HDD yang dipilih.
  • Pilih “Turn on Bitlocker“.
  • Pilih “Enter a Password”.
  • Ketik password yang selain kuat, juga dapat kamu ingat.
  • Pilih “How to Enable Your Recovery Key”.
  • Pilih “Encrypt Entire Drive“.
  • Pilih “New Encryption Mode”.
  • Pilih “Start Encrypting”.
  • Restart komputer/laptop (kalau kamu mengenkripsi boot drive).

Enkripsi HDD memang memakan waktu, tetapi kamu tetap dapat menggunakan komputer/laptop saat proses enkripsi tengah berjalan sebelum di-restart.

7. Mengizinkan akses UPnP ke router
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Bisa dicek, UPnP (Universal Plug and Play) aktif secara default saat baru beli router. Pada dasarnya, UPnP mengizinkan aplikasi meneruskan port ke router secara otomatis, sehingga kamu tidak perlu meneruskan port tersebut secara manual.

Akan tetapi, karena semua bisa masuk secara otomatis, UPnP jadi “gerbang” bagi hacker untuk menyusupkan malware dan melewati firewall. Oleh karena itu, lebih baik UPnP dimatikan saja. Mematikan UPnP dapat dilakukan lewat opsi “NAT Forwarding“, dengan cara:

  • Masuk ke halaman admin router.
  • Pilih “Advanced“.
  • Pilih “Advanced Setup“.
  • Pilih “UPnP”.
  • Hapus centang pada kotak UPnP.
8. Lalai dalam memantau koneksi dan ancaman yang tak dikenal
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Memantau jaringan internet di rumahmu adalah salah satu langkah pencegahan penting untuk mencegah peretasan. Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Ada beberapa cara untuk memantau adanya koneksi tidak dikenal pada jaringanmu.

Pertama, kamu bisa memeriksa online traffic lewat data penggunaan pita lebar (bandwidth) melalui laman admin router. Kamu dapat memeriksa setiap perangkat yang terhubung ke jaringan lewat dan mengetahui informasi seperti jumlah penggunaan data dan kecepatan unduh (download) dan unggah (upload).

Kedua, cek apakah ada malware pada sistem komputer/laptopmu secara rutin. Bukan hanya dari jaringan lokal, malware bisa datang secara eksternal dan mencuri bandwidth melalui komunikasi server eksternal juga. Caranya, kamu dapat menggunakan antivirus dan singkirkan hal-hal mencurigakan dari sistem. Hasilnya, bandwidth akan meningkat!

Untuk Windows 10, kamu bisa ikuti cara berikut:

  • Pergi ke “Settings”.
  • Buka opsi “Update & Security“.
  • Pilih “Windows Security“.
  • Buka lagi “Virus & Threat Protection“.
  • Pilih “Quick Scan“.
9. Sembarangan memberikan akses jaringan
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Kalau ada orang asing bertamu ke rumah, jangan berikan akses ke jaringan utama! Tak ada yang tahu bila mereka sengaja atau tidak sengaja membobol perangkat yang tersambung ke jaringanmu. Sebagai tambahan, seluruh perangkatmu juga lebih baik disambungkan ke jaringan tamu, agar kalau teretas, tidak mempengaruhi jaringan utama.

Itu hanya salah satu alasan kenapa kamu harus memiliki jaringan Wi-Fi khusus tamu. Kalau jaringan utama dipasang password yang lebih rumit, password Wi-Fi tamu tidak perlu begitu rumit. Dengan jaringan khusus tamu, kamu bisa melindungi data dan file penting. Tak ada yang tahu bila perangkat tamu di rumahmu telah disusupi malware!

Pastikan router-mu memiliki mode tamu. Untuk mengaktifkannya, cukup ikuti langkah-langkah ini:

  • Masuk ke halaman admin router lewat browser.
  • Buka “Wireless Settings“.
  • Konfirmasikan nama jaringan dengan SSID. Jaringan tamu akan menggunakan SSID yang berbeda dari jaringan utama.
  • Aktifkan fitur jaringan tamu (beberapa router akan mematikannya secara default, sementara yang lain akan menyetelnya dengan menambahkan ‘tamu’ ke akhiran).
  • Kamu bisa menyetel SSID broadcast ke aktif atau nonaktif. Jika aktif, siapa pun yang memindai jaringan terdekat bisa melihat jaringan tamu. Jika siaran SSID dinonaktifkan, tamu harus mengonfigurasi koneksi mereka sendiri secara manual.
  • Buka halaman keamanan Wi-Fi dan masukkan kata sandi untuk jaringan tamu.
10. Tidak memperbarui firmware router
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Beli router tetapi tidak memperbarui firmware-nya adalah salah satu kesalahan umum yang dilakukan banyak orang. Jika router-mu memiliki opsi update otomatis, segera nyalakan! Jika router masih di versi lama, akan sulit untuk mendeteksi ancaman baru. Caranya pun mudah:

  • Masuk ke halaman admin router.
  • Pilih “Firmware” (nama dan posisi opsi ini akan bervariasi berdasarkan jenis router).
  • Unduh update firmware terbaru dari situs web pabrikan router resmi.
  • Unggah update firmware.
  • Restart router (biasanya router akan reboot secara otomatis. Jika tidak, cobalah untuk menekan tombol reset router selama 10 detik. Lampu router akan berkedip sebagai tanda reboot berhasil).
10 Hal Simpel yang Bikin Komputer atau Laptop Gampang Diretas

Itulah 10 kesalahan simpel namun fatal yang bisa bikin komputer atau laptop gampang di-hack oleh pihak iseng. Terdengar rumit? Meskipun begitu, dengan tidak melakukan kesalahan-kesalahan ini, kami bisa jamin komputer dan laptopmu akan aman dari serangan siber.

Akan tetapi, keamanan jaringan dan perangkat harus terus menerus dipertahankan dengan mencari tahu pemutakhiran pada sistem di masa depan.