Anggota Keamanan Mesir Dituntut Jaksa Italia Atas Kasus Giulio Regeni

Anggota Keamanan Mesir Dituntut Jaksa Italia Atas Kasus Giulio Regeni

Anggota Keamanan Mesir Dituntut Jaksa Italia Atas Kasus Giulio RegeniHubungan Italia & Mesir dimulai pertama kali saat dibangun pada periode Republik Romawi , ketika Kerajaan Ptolemeus sering berinteraksi dengan Roma, yang berpuncak pada aneksasi Romawi di Mesir pada 30 SM. Dengan pembubaran Kekaisaran Romawi Barat pada 476 M dan kelanjutan Mesir sebagai provinsi Kekaisaran Romawi Timur hingga penaklukan Islam pada 642 M, tidak ada negara merdeka Italia dan Mesir, dan karenanya tidak ada hubungan diplomatik. Hubungan budaya antara Mesir dan Italia semakin jauh seiring waktu dengan Islamisasi Mesir dan kekuatan Katolik di Italia.

Baru setelah kemerdekaan resmi Mesir dari Inggris pada tahun 1914, hubungan dengan Italia akan dibangun kembali. Dengan bangkitnya Mussolini dan fasisme di Italia dan akhirnya invasi Italia ke Mesir selama Perang Dunia II , hubungan menjadi sangat tegang. Namun, setelah perang, hubungan kembali terjalin dan negara-negara sekarang memiliki hubungan yang akrab.

Kejaksaan Italia mendakwa 4 orang anggota badan keamanan Mesir. Yang terlibat dalam aplikasi open card ceme  kasus pembunuhan dan penculikan terhadap mahasiswa asal Italia, Giulio Regeni. Peristiwa itu sendiri terjadi pada awal tahun 2016 lalu. Bagaimana awal ceritanya?

1. Sebelumnya, jaksa telah membatalkan dakwaan terhadap pelaku ke-5 dalam kasus ini
Jaksa Italia Tuntut 4 Anggota Keamanan Mesir Atas Kasus Giulio Regeni

Dilansir dari The Guardian, pihak kejaksaan Italia sebelumnya telah membatalkan dakwaan terhadap pelaku ke-5 dalam kasus ini. Mahmoud Najem, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan dan penculikan terhadap Giulio Regeni. Keempat anggota badan keamanan Mesir yang didakwa diantaranya Tariq Saber, Athar Kamel Mohamed Ibrahim, Capt. Uhsam Helmi, dan Mayor Magdi Ibrahim Abdelal Sherif. Tindakan yang diambil Kejaksaan Italia ini merupakan momen pertanggungjawaban yang langka bagi Mesir dan penggunaan praktik-praktik kasarnya.

Jaksa penuntut Italia memberikan rincian buruk mengenai pembunuhan Regini. Mereka mengatakan para anggota badan keamanan Mesir telah menjerat korban dengan jaring laba-laba sebelum tewas. Dan memperoleh informasi dari orang-orang yang dekat dengannya di Kairo, Mesir. Saat dia meneliti gerakan para buruh di Mesir. Secara internal, Mesir sudah lama memberikan kekebalan hukum bagi petugas yang dituduh melakukan kejahatan apapun terhadap para warga sipil.

Para pelaku diharapkan diadili secara in absentia dan meskipun keduanya tidak memiliki perjanjian ekstradisi, langkah apapun untuk mengekstradisi tersangka mungkin memerlukan penahanan mereka di Mesir. Seorang pengacara asal Italia bernama Nicola Canestrini mengatakan Mesir harus bekerja sama dan mengirim mereka atau mereka harus ditahan di negara bagian ketiga. Pihaknya juga tidak bisa memaksa Mesir untuk menyerahkan para warganya di wilayah mereka.

2. Beberapa waktu lalu, pihak Mesir merasa keberatan dengan alasan tidak cukup bukti di pengadilan
Jaksa Italia Tuntut 4 Anggota Keamanan Mesir Atas Kasus Giulio Regeni

Pada tanggal 1 Desember 2020 lalu, pihak Kejaksaan Mesir menyatakan keberatan dengan beralasan tidak cukup bukti untuk mendukung tuduhan di pengadilan. Pihaknya juga menambahkan jaksa penuntut umum Mesir menghormati keputusan yang akan diambil dalam otonominya oleh kantor Kejaksaan Roma di Italia. Jaksa penuntut Mesir telah mengumpulkan cukup bukti terhadap geng kriminal yang dituduh melakukan pencurian yang diperburuk efek Regeni yang ditemukan di rumah salah satu anggota geng kriminal.

Namun, ia menambahkan bahwa pelaku pembunuhan saat itu masih belum diketahui keberadaannya. Penyelidik Mesir sebelumnya menyatakan bahwa Regeni dibunuh oleh geng kriminal yang beranggotakan 5 orang dan semuanya dibunuh dalam baku tembak saat itu. Pihak pejabat Italia menyebut cerita yang diungkapkan pihak Mesir dianggap tidak masuk akal.

Tahun 2019 lalu, jaksa penuntut Italia, Sergio Colaiocco, mengatakan kepada Komisi Parlemen Italia bahwa para pejabat Mesir telah membuat cerita palsu untuk membatalkan penyelidikan. Yang pertama adalah pemeriksaan post-mortem, yang dilakukan di Mesir, menunjukkan bahwa Regeni tewas dalam kecelakaan mobil dan ini bertentangan dengan pemeriksaan yang dilakukan di Italia. Lain lagi, Regeni ditemukan dalam keadaan telanjang dan sudah tewas serta ada motif pelecehan seksual di balik peristiwa ini.

3. Kasus pembunuhan Giulio Regeni sempat membuat hubungan Italia dan Mesir menjadi renggang
Jaksa Italia Tuntut 4 Anggota Keamanan Mesir Atas Kasus Giulio Regeni

Akibat kasus ini, hubungan antara Italia dan Mesir sempat renggang lantaran kasus pembunuhan Regeni yang dilakukan di Mesir pada awal tahun 2016 lalu. Tak hanya itu saja, Italia kemudian memutuskan kerjasama perdagangan dan memulihkan utusan utamanya saat itu. Bahkan, Italia sendiri sempat mengutarakan kecurigaan terhadap pihak Mesir yang seakan-akan menutupi kasus ini.

Pada akhirnya, para penyidik Italia dan Mesir saling bekerja sama untuk mencoba menyelesaikan kasus tersebut. Sayangnya, lambatnya peradilan hukum di Mesir membuat pihak Italia untuk terus maju dalam proses penyelidikan sendiri dalam upaya untuk memajukan keadilan. Seperti yang diketahui, Regeni menghilang pada peringatan 5 tahun dimulainya pemberontakan Mesir pada tahun 2011 sekaligus mengakhiri kekuasaan Presiden Mesir saat itu, Hosni Mubarak.